ketika fitnah melanda

Image

alhamdulillah, ini catatan tentang faedah ta’lim ke-3 yang ana post di blog…

surabaya, 8 april 2012 (ahad ke-2)

materi : kitab alqoulul-hasan-fi-marifatil-fitan

pemateri : Al-Ustadz Muhammad Afifuddin As-Sidawy

pertemuan ke-3

tempat : Mahad Abu Bakr Ash-Shidiq
Jl. Jojoran I Blok K / 19-20

 

sekilas tentang faedah ta’lim hari ini… yaitu tentang hidayah adalah ni’mat dari  الله, dan apa yang harus dilakukan ketika terjadi fitnah.

hidayah adalah ni’mat  الله yang diberikan pada hambaNYA. ini adalah ni’mat yang paling besar dari segala ni’mat. maka dari itu, kita harus mensyukuri ni’mat tersebut. sebaliknya, kesesatan adalah musibah yang paling besar yang ditimpakan pada seorang hamba.

ni’mat hidayah adalah fadhilah dari  الله, yang hanya dapat diberikan oleh  الله semata. bukan karena ilmu seseorang atau karena yang lainnya. sedangkan kesesatan juga merupakan kehendak  الله .

prinsip islam adalah menjauh dari fitnah, bukannya semakin mendatangi bergelut di dalam nya.

ketika terjadi fitnah ditengah kaum muslimin, ada hal-hal yang harus dicermati dalam menghadapinya, tergantung siapa yang terlibat dalam fitnah itu. ada yang harus disikapi dengan maju di garda depan, dan yang lain adalah larilah! tinggalkan fitnah itu.

maju di garda paling depan adalah ketika fitnah itu terjadi diantara kaum muslimin dan orang kafir, maka ketika itu… orang yang paling utama adalah orang yang maju berperang di garis depan. ini adalah jihad fiy sabilillah, dan barang siapa yang mundur atau lari menjauhinya dialah orang yang penakut dan lemah agamanya.

sedangkan sikap yang lain dalam menghadapi fitnah adalah lari, maksudnya adalah pergi meninggalkannya. sikap ini dilakukan apabila terjadi diantara sesama kaum muslimin, lebih spesifik lagi adalah sesama ahlus sunnah. ketika fitnah ini terjadi maka yang seharusnya dilakukan bukanlah makin dekat dan mengerumuninya, tapi urusilah urusan masing-masing. sibukkanlah diri dengan amalan shalih yang biasa kita kerjakan. dalam hal ini dikatakan jika mengurusi pekerjaan dunia lebih baik daripada mengurusi fitnah yang sedang terjadi, dan yang lebih afdhol adalah SIBUKKANLAH DIRI DENGAN AMALAN-AMALAN SHALIH, BERIBADAH PADA  الله.  selamatkanlah agama kita. pada situasi ini, orang yang duduk lebih baik daripada orang yang berjalan ditengah fitnah, dan orang yang berjalan ditengah fitnah adalah lebih baik dari orang yang mengejar fitnah. faedahnya adalah, pergilah menjauhi fitnah yang terjadi diantara kaum muslimin, ahlus sunnah.

selain itu, faedah ta’lim lain yang ana dapat sore ini adalah ketika pada suatu tempat telah terjadi kerusakan yang benar2 parah, tak mungkin ditegakkan amar ma’ruf nahi munkar, dan hal itu dapat mengancam agama kita. maka, yang dilakukan adalah uzlah atau mengasingkan diri. pengasingan ini dilakukan untuk menyelamatkan agama seseorang dari kerusakan yang terjadi di masyarakat. namun demikian, pada kondisi sekarang, belum perlu melakukan uzlah ini, karena masyarakat masih memungkinkan untuk didakwahi dan masih memungkinkan untuk menampakkan sunnah. sehingga, yang harus dilakukan adalah uzlah yang parsial (afwan, ana lupa namanya apa, pokoknya uzlah yang parsial lah kalo diterjemahkan dalam bahasa indonesia), uzlah ini adalah beruzlah dalam perkara-perkara tertentu saja, bukan benar2 mengasingkan siri seperti uzlah yang telah disebutkan sebelumnya. dalam hal ini kita tetap bergaul dengan masyarakat dalam perkara2 yang mubah, sedangkan pada perkara-perkara pokok dan pelanggaran terhadap syari’at kita diharuskan untuk beruzlah. misalnya : terhadap acara tahlilan, kita tidak perlu mengikutinya.

sedangkan apabila terjadi fitnah antara ahlus sunnah dan ahlul bid’ah, maka ahlus sunnah harus maju untuk menegakkan al-haq. akan tetapi, yang maju adalah para ulama’ dan orang-orang yang benar2 memiliki kemampuan untuk membantahnya. para tholabul ‘ilm yang dangkal keilmuannya (terutama seperti ana yang o’on ini) tak perlu ikut-ikut di dalamnya, cukuplah yang kita terima adalah inti sari bantahan dari para ulama’ ahlus sunnah. selain itu, cukuplah bagi kita dengan satu pandangan dari bantahan ulama’ ahlus sunnah tersebut, tak perlu memperhatikan bantahan dari ahlul bid’ah. (sekali lagi, karena ana ini dangkal ilmunya). karena hati manusia itu lemah, sedang syubhat menyambar-nyambar.

Nb : ta’lim sore ini sebenarnya terdapat 2 bab berbeda yang dibahas. tapi, karena ana datangnya telat ana jadi cuma bener2 “ngeh” bab yang ke-2, yaitu bab ttg lari menjauhi fitnah. ana ngetik tulisan ini berdasarkan ingatan, mumpung masih “anget” (dicatatan ana sebenernya juga lebih banyak dari ini, hanya saja ana malam ini sedang ingin menguras lagi memory di otak ana terkait ta’lim sore ini. insyaa alloh, ini adalah poin2 pentingnya)… dan afwan, ana tidak mencantumkan landsan hadist-nya, karena selain tidak hapal, yang ada dicatatan ana juga cuma faedahnya. untuk lebih jelasnya, insyaa alloh bisa download rekaman  kajiannya di ilmoe.net (http://statics.ilmoe.com/kajian/users/bismillah.us/Kajian-Rutin/Alqoulul-Hasan-Fi-Marifatil-Fitan/02-Ustadz_Afifuddin-Alqoulul_Hasan_Fi_Marifatil_Fitan-02-20120408.mp3) atau via http://bismillah.us/2012/01/kajian-rutin-alqoulul-hasan-fi-marifatil-fitan/ (link download lengkap 3 pertemuan).  jika ada kesalahan dalam penulisan, harap maklum, dan untuk menghindari salah persepsi,,, bagi yang baca tulisan ini, ahsan di-kroscek lagi dengan rekaman kajiannya..
barakallohu fiykum ^^

About rahmah

seorang muslimah yang suka menulis berbagai hal yang memiliki faedah

One thought on “ketika fitnah melanda

  1. Ping-balik: ketika fitnah melanda « Mief Mief Mifta's Blog

tiggalkan kritik dan saran antum

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s