[catatan ta'lim] tafsir al qaari’ah

 بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيم

TAFSIR QUR’AN SURAT AL QAARI’AH

Pembicara : Al Ustadz Abu ahmad

Materi : Durusul Muhimmah – Tafsir Surat Surat Pendek

Waktu : Sabtu

Tempat : Masjid Jurusan Teknik Mesin ITS, Surabaya

الْقَارِعَةُ

مَا الْقَارِعَةُ

وَمَا أَدْرَاكَ مَا الْقَارِعَةُ

يَوْمَ يَكُونُ النَّاسُ كَالْفَرَاشِ الْمَبْثُوثِ

وَتَكُونُ الْجِبَالُ كَالْعِهْنِ الْمَنْفُوشِ

فَأَمَّا مَنْ ثَقُلَتْ مَوَازِينُهُ

فَهُوَ فِي عِيشَةٍ رَاضِيَةٍ

وَأَمَّا مَنْ خَفَّتْ مَوَازِينُهُ

فَأُمُّهُ هَاوِيَةٌ

وَمَا أَدْرَاكَ مَا هِيَهْ

نَارٌ حَامِيَةٌ

tafsir surat al qaari’ah

 

الْقَارِعَةُ

“hari kiamat”

al qariah adalah salah satu nama dari nama-nama hari kiamat.

مَا الْقَارِعَةُ

“apa itu al qariah?”

وَمَا أَدْرَاكَ مَا الْقَارِعَةُ

“Apa yang engkau ketahui terkait al qariah ini?”

al qariah adalah salah satu nama dari nama hari kiamat. seperti yang alloh sebutkan dalam ayat yang lainnya, diantaranya الْحَاقَّةُ  “al haaqqah”, adalah juga salah satu nama dari nama hari kiamat.

يَوْمَ يَكُونُ النَّاسُ كَالْفَرَاشِ الْمَبْثُوثِ

yaitu pada suatu hari, para manusia   seperti semacam laron yang beterbangan kesana kemari.

pada ayat ini alloh menggambarkan kondisi manusia tatkala terjadi al qariah tadi (kiamat). yaitu pada suatu hari manusia seperti laron-laron yang beterbangan.

وَتَكُونُ الْجِبَالُ كَالْعِهْنِ الْمَنْفُوشِ

 
dan jadilah gunung-gunung itu seperti bulu-bulu yang beterbangan.

yaitu hari yang tatkala gunung-gunung itu seperti bulu-bulu yang beterbangan. ini menunjukkan dahsyatnya hari itu.

hingga manusia seperti laron-laron yang beterbangan tanpa arah, serta gunung-gunung yang besar itu beterbangan seperti bulu.

فَأَمَّا مَنْ ثَقُلَتْ مَوَازِينُهُ

adapun pada hari itu, barang siapa orang-orang yang berat timbangannya  (amalan kebaikannya) di mizan. maka ia ada pada kehidupan yang menyenangkan, yaitu di jannah.

فَهُوَ فِي عِيشَةٍ رَاضِيَةٍ

maka ia ada pada kehidupan yang menyenangkan, yaitu di jannah.

وَأَمَّا مَنْ خَفَّتْ مَوَازِينُهُ

adapun orang yang ringan timbangan amalan kebaikannya,

فَأُمُّهُ هَاوِيَةٌ

maka kembalinya ia adalah hawiyah.

وَمَا أَدْرَاكَ مَا هِيَهْ

apa engkau tahu apa itu hawiyah?

نَارٌ حَامِيَةٌ

hawiyah adalah neraka yang menyala-nyala.

hawiyah adalah salah satu nama neraka.

penamaan surat ini…

surat ini dinamakan al qariah karena surat ini diawali dengan الْقَارِعَةُ “al qariah”, ini merupakan sebuah peringatan, untuk menakut nakuti manusia.

al qariah adalah salah satu nama dari nama-nama hari kiamat.

kaitan surat ini dengan surat sebelumnya (surat al adiyat).

 surat al adiyat ditutup dengan ayat yang menyebutkan salah sifat dari hari kiamat. yaitu…

أَفَلا يَعْلَمُ إِذَا بُعْثِرَ مَا فِي الْقُبُورِ

“apakah ia tidak tahu tatkala apa yang ada di dalam kubur itu dibangkitkan,”

وَحُصِّلَ مَا فِي الصُّدُورِ

“dan dinampakkan apa yang ada di dalam dada”, yaitu Rabb mereka akan mengabarkan apa yang mereka jalankan.

maka surat ini adalah terperinci, disebutkan kejadian-kejadian yang terjadi pada hari kiamat, yang berupa manusia beterbangan ke sana ke mari, gunung-gunung berhamburan. ini adalah kisah-kisah yang terjadi di hari kiamat.

topik pembahasan surat ini…

surat ini termasuk surat makkiyah, yakni surat yang diturunkan sebelum hijrah.

terkait dengan penamaan surat makkiyah dan madaniyyah, tolak ukurnya adalah bukan tempat. akan tetapi, tolak ukurnya adalah sebelum atau setelah hijrah.

ayat-ayat yang diturunkan sebelum hijrah, dinamakan makiyyah, walaupun diturunkan bukan di makkah. begitu pula dengan ayat-ayat yang diturunkan setelah hijrah, dinamakan ayat madani, walaupun mungkin diturunkan tidak di madinah, bahkan turunnya di makkah.seperti pada surat al maaidah ayat 3 (ayat yang turun terakhir), para ulama sepakat jika ayat ini adalah ayat madani. walaupun ayat ini turun di arofah (makkah), namun tetap ayat ini dikatakan ayat madani. ini karena ayat ini turunnya setelah hijrah. sedangkan surat ini (al qariah) adalah surat yang turun di makkah sebelum rasulullah hijrah. sehingga dinamakan surat makkiyah.

topik pembahasan dari surat ini adalah penyebutan kondisi hari kiamat. serta terdapat pula pembagian manusia sebatas amalan-amalannya. ada manusia yang mendapatkan kebahagiaan, yaitu tatkala timbangan amal kebaikannya berat. ada pula manusia yang akan binasa, tatkala orang itu timbangan kebaikannya lebih sedikit dari amalan kejelekannya. allohu a’lam.

hadits terkait sifat annaar (neraka).

diantaranya dalam riwayat bukhari dan muslim, juga malik…

dari abu hurairah radhiyallohu ‘anhu, bahwa rasulullah shalallohu ‘alaihi wasallam bersabda tentang “sesungguhnya api yang dimiliki bani adam yang mereka juga kalian menyalakan itu (api dunia) merupakan 1 bagian dari 70 bagian api neraka jahannam”.

api dunia adalah 1 bagian dari 70 bagian api neraka jahannam. api dunia saja dapat menimbulkan berbagai dampak bagi manusia. akan tetapi, api jahannam lebih dari itu, yakni ditingkatkan 69 kali dari api neraka jahannam, sehingga panasnya api jahannam menjadi 70 kali lipat dari panasnya api dunia.

dan disebutkan dalam sebuah riwayat tentang adzab neraka yang paling ringan, yakni tentang “sesungguhnya adzab penduduk neraka yang paling ringan, yaitu orang yang dipakaikan sandal dari sandal-sandal neraka pada kedua kakinya. kemudian otaknya mendidih dengan sebab sandal tersebut”.

ini adalah adzab yang paling ringan di neraka, yakni dipakaikan sandal dari neraka dan otaknya mendidih karena sandal tersebut, karena saking panasnya. na’udzubillah, kita berlindung pada alloh dari adzab neraka.

juga dalam riwayat yang lain, dari abu hurairah radhiyallohu ‘anhu, rasulullah shalallohu ‘alaihi wasallam bersabda, “dinyalakan api neraka itu selama 1000 tahun sampai warnanya merah. kemudian dinyatakan 1000 tahun lagi sampai apinya menjadi putih. kemudian dinyalakan 1000 tahun lagi sampai apinya hitam.”

maka apinya neraka jahannam itu hitam, kelam. disebutkan oleh sebagian ahli jika api yang paling tidak panas berwarna merah, yang lebih panas dari itu adalah putih. jika sampai berwarna hitam pekat maka allohu a’lam. sampai saat ini yang paling maximal adalah api berwarna putih.

namun demikian, yang paling penting adalah api neraka itu sangat jauh lebih panas dari api dunia. hal ini hendaknya membuat kita takut terhadap adzab neraka. allohu a’lam bish shawab.

insyaa alloh bersambung…

sumber : rekaman ta’lim ana,

correct me if  i’m wrong

semoga bermanfaat.

barakallohu fiykum.

About zainur rahmah

seorang muslimah yang suka menulis berbagai hal yang memiliki faedah

2 thoughts on “[catatan ta'lim] tafsir al qaari’ah

  1. bismillaah…
    subhanallah, walhamdulillaah, ana seneng ukh sm blog anti yang banyak masukin catatan kajian. boleh ya ukh, jika ana copas catatan anti ke blog ana…
    ya ya yaa boleh yaaaa…. *senyum*
    ummu aisyah rizast

    • bismillaah…
      ‘afwan jiddan umm, ana ndak tau anti komen di sini juga, ana baru baca ni… ‘afwan jiddan…
      tafadhol anti copas umm… ana seneng, dagangan ana laku… hehehe…
      sampai terharu anti seneng baca blog ana ^^ makin semangat nii….
      barakallohu fiykum… *smile*

      zaza ummu ruqayyah

tiggalkan kritik dan saran antum

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s