Hukum Ucapan “yaa الله ampunilah aku jika Engkau berkehendak”

Image

بسم الله الرحمن الرحيم

Catatan faedah ta’lim Senin, 9 April 2012

Masjid Abu Bakr Ash-Shiddiq
Jl. Jojoran I Blok K / 18-20
Surabaya

Waktu : 16.30 – Maghrib dan Bada Maghrib – Isya
Materi : Kitabut Tauhid (Aqidah)
Pemateri : Al-Ustadz Abul Hasan As-Sidawy

BAB Hukum Ucapan Allohummagfirli insyi’ta (Yaa الله ampunilah aku jika Engkau berkehendak)

hukum seorang hamba yang berdoa dengan ucapan Allohummagfirli insyi’ta  ( Yaa  الله ampunilah aku apabila Engkau berkehendak) menunjukkan jika seorang hamba berdoa dengan setengah hati adalah terlarang.

Dalam ash shahih dari Abu Hurairah, bahwa Rasululloh bersabda, “Janganlah seseorang diantara kalian mengatakan, yaa  الله ampunialah aku bila Engkau berkehendak. Hendaklah ia bersungguh-sungguh dalam meminta pada  الله. Ini disebabkan karena, sesungguhnya tidak ada sesuatu pun yang memaksa  الله.”

Hadist tersebut menyatakan larangan dari berdoa seperti itu.

Doa karena dilarang karena 2 sebab, yakni :

1. Doa tersebut mengesankana ada pihak-pihak yang memaksa  الله melakukan sesuatu. Padahal  الله maha berkuasa, maha mampu melakukan segala sesutu, tidak ada yang mampu memaksa  الله. Dengan berdoa seperti itu, seolah-olah hamba itu merasa jika permintaannya berat untuk dikabulkan oleh  الله. Hal tersebut tidak boleh digunakan untuk berdoa pada  الله. Sebabnya, doa allohummagfirli insyi’ta mengesankan  الله terpaksa mengampuni kita, padahal tidak ada yang memaksa  الله.

2. Doa tersebut juga mengesankan jika sesuatu yang kita minta adalah sesuatu yang berat dan besar bagi  الله untuk diberikan pada kita. Seolah-olah  الله kurang mampu mengabulkannya. Padahal tidak ada sesuatu yang berat untuk  الله ta’ala.

Hal ini seperti disebutkan dalam hadist qudsi riwayat Imam Muslim tentang jika seandainya seluruh adam dikumpulkan, dari anak adam yang pertama hingga yang terakhir. Bahkan dari golongan bangsa jin sekalipun, dikumpulkan pada sebuah tanah lapang. Kemudian semua memohon pada  الله dengan berbagai macam permohonan dan permintaan. Maka diberi oleh  الله semua orang dengan permintaannya. Kata  الله, “Hal yang demikian tidak mengurangi apa yang Aku miliki, seperti sebuah jarum yang dimasukkan ke dalam lautan.”
Maka jika hanya sekedar memohon ampunan, maka  الله maha mampu memberikannya, maka doa semacam (yaa  الله ampunilah aku jika Engkau menghendaki) ini dilalarang dalam islam.

3. Sebab tambahan mengapa doa ini dilarang adalah lafadz doa semacam ini mengesankan seolah-olah hamba itu tidak terlalu butuh kepada alloh, sehingga ia mengatakan allohummagfirli insyi’ta. Dimana doa itu dapat diterjemahkan dengan yaa  الله ampunilah aku jika Engkau mau, jika tidak Kau ampuni juga tidak apa-apa. Begitu pula dengan allohummar hamni insyi’ta. Kesan dari ucapan seperti itu menunjukkan lemahnya tauhid seorang hamba. Ia tidak butuh terhadap taufik  الله, tidak butuh magfiroh dari  الله, tidak butuh dengan apa yang ada di sisi  الله. Itu menunjukkan kadar tauhidnya melemah.

Oleh karena 3 sebab itu, Rasululloh mengharamkan ucapan seperti itu. Kesannya seorang hamba bermain-main dalam doanya dan tidak begitu butuh pada  الله. Padahal tidak ada seorang hamba pun yang mampu bertahan hidup di muka bumi tanpa  الله. Ini karena, bumi siapa yang ia pijak jika bukan bumi  الله, ni’mat siapa yang ia rasakan jika bukan dari  الله  ta’ala. Kemudian ia merasa tidak butuh pada  الله, itu adalah kekeliruan yang fatal yang menunjukkan kualitas tauhid yang sangat rendah yang dimiliki seorang hamba.
Disebutkan dalam hadist riwayat Muslim, “Hendaklah ia memperbesar harapannya kepada الله, karena  الله tidak pernah menganggap besar pemberian yang diberikan pada hamba-hambaNYA.”

Masalah dalam bab ini

1. Larangan dari mengajukan syarat ketika berdoa. Bentuk syarat itu adalah seperti, jika  الله mau dan jika  الله menghendaki. Maka ini tidak diperbolehkan.

2. Dalam bab ini juga diterangkan sebab dilarangnya hal tersebut, yakni 3 alasan yang telah dijelaskan sebelumnya.

3. Sabda nabi tentang hendaknya bersungguh-sungguh dalam berdoa

Di sini terdapat isyarat tentang diantara adab-adab berdoa kepada  الله. Seperti…

a) Optimis ketika berdoa pada  الله. Tidak boleh psimis. Belum berdoa sudah ada anggapan jika doanya tidak dikabulkan oleh  الله. Hal ini lah yang justru menyebabkan doanya tidak dikabulkan oleh  الله.

b) Memohon pada  الله ta’ala dengan sepenuh hati. Tidak setengah hati.

c) Tambahan dalam adab doa adalah tidak tergesa-gesa dalam berdoa, maksudnya tidak boleh tergesa-gesa menuntut doanya dikabulkan.

4. Dianjurkan untuk memperbesar rasa harap pada  الله ketika berdoa.
5. Dalam bab ini diterangkan sebab Rasululloh memerintahkan kita untuk bersungguh-sungguh dan memperbesar harapan saat berdoa. Alasannya adalah karena  الله tidak pernah menganggap besar semua permintaan hamba yang ditujukan pada  الله, sebesar apapun permintaannya, semua mudah bagi  الله.

Maka tergantung diri kita, apakah sesuai kriteria dikabulkannya doa (memperhatikan adab-adab berdoa) kita, maka dikabulkan. Akan tetapi jika tidak mengindahkan adab-adab dalam berdoa, tidak sungguh-sungguh, berdoa dengan hati yang kosong (hanya lisannya yang berucap), harapannya pada  الله kembang-kempis dan mengarah pada psimis, dan inginnya instan (ingin langsung terwujud) apa yang ia inginkan. Hal itu lah yang menyebabkan  الله tidak mengabulkan doa kita.

Bukan karena permintaan kita itu berat, tapi justru perilaku kita yang membuat  الله tidak mengabulkan doa kita.

Sehingga, terlarang bagi kita dalam doa mengucapakan Allohummafirli insyi’ta dan yang semisalnya, karena hal itu bisa mengurangi kesempurnaan tauhid dalam hati kita. Allohu a’lam

==============================

alhamdulillah… ini lanjutan dari faedah ta’lim yang ana post kemarin. Hukum mengucapkan assalaamu’alalloh.

Afwan, jika ada kesalahan dalam penulisan, atau kesalahan yang lain. CMIIW.

Barakallohu fiykum. ^^

zaza-ummu ruqayyah-

About ummu malikah

seorang istri, dan seorang ibu. saya berharap apa yang saya tulis bisa memberi manfaat pada para pembaca.

tiggalkan kritik dan saran antum

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s