Menghapus akun “buku wajah” kita

bismillah.

Dunia maya hanya sekedar maya.

Mungkin ada kenyataan, tapi lebih banyak kepalsuan.

Maya hanya maya yang entah bagaimana nyatanya.

Di sini, bukan aku dan dirimu saja,

tapi aku, kamu, dia dan mereka.

Dunia maya hanya gambar dan tulisan, tak ada manusia.

Seperti buku wajah… dahulu, ada orang kampung yang mengartikannya begitu. akan tetapi, aku yakin… kau paham maksudnya…

Ia bagian dari ke-maya-an… dibalut begitu rapi, mempesona, hingga seolah semua dekat –sedekat apa?–

seolah, biar saja seolah…

Di tempat itu, tak ada laki-laki atau perempuan. semua sama. tak berjurang. tak bertepi.

Bagaimana bisa berjurang, jika ia sendiri adalah jurang.

Bagaimana bisa bertepi, jika ia telah melampaui batasnya.

Akan ditemui, satu-dua-tiga-empat-lima… Hingga entah sampai berapa fitnah di tempat itu.

Waktu, hati, pikiran… semua tercurah padanya. benarkah? tanyakan pada yang pernah terperosok.

seruan pergi darinya, hanya seperti angin lalu. tertutup dalih, “tergantung bagaimana mensikapinya?”

benarkah? tanyakan yang telah merasakannya.

tahukah kita? hati manusia itu lemah, sedang syubhat menyambar-nyambar…

lalu…

tutup saja pintunya…

bukan sekedar sementara, yang esok hari dibuka lagi…

tapi benar-benar menghapusnya…

lalu bersabar, hingga ia benar-benar tak bisa di buka lagi…

ketikkan jemarimu…

https://www.facebook.com/help/delete_account?+show_form=delete_account&+__a=11

dan bersabarlah, cukup 14 hari tanpa sekalipun menuliskan passwordnya…

bersabarlah, hingga pintu itu tertutup…

kemudian, biasakan diri tanpanya…

seperti di masa lalu, tanpa buku wajah, kita baik-baik saja…

barakallohu fiyk.

About ummu malikah

seorang istri, dan seorang ibu. saya berharap apa yang saya tulis bisa memberi manfaat pada para pembaca.