[catatan ta’lim]tafsir surat al kautsar


“tafsir surat al kautsar”

Pembicara : Al Ustadz Abu ahmad

Materi : Durusul Muhimmah – Tafsir Surat Surat Pendek

Waktu : Sabtu

Tempat : Masjid Jurusan Teknik Mesin ITS, Surabaya

بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيمِ

إِنَّا أَعْطَيْنَاكَ الْكَوْثَرَ

فَصَلِّ لِرَبِّكَ وَانْحَرْ

إِنَّ شَانِئَكَ هُوَ الأبْتَرُ

TAFSIR SURAT AL KAUTSAR

إِنَّا أَعْطَيْنَاكَ الْكَوْثَرَ

“Sesungguhnya Kami telah memberikan engkau (wahai nabi) al kautsar.

الْكَوْثَرَ disini dapat ditafsirkan dalam beberapa makna, yakni :

1. Sungai di surga

2. Kebaikan yang sangat banyak dan terus-menerus di dunia dan di akhirat.

Akan tetapi, sebagian para ulama menguuatkan makna yang pertama, yakni sungai di surga.

Sehingga artinya, “seseunggunya Kami telah memberikan kepada engkau (wahai nabi) sungai di jannah (yang namanya   الْكَوْثَرَ)”.

فَصَلِّ لِرَبِّكَ وَانْحَرْ

“maka shalatlah untuk Rabb-mu dan sembelihlah”

إِنَّ شَانِئَكَ هُوَ الأبْتَرُ

“sesungguhnya orang yang membenci kamu, itulah orang yang  الأبْتَرُ”

Makna  الأبْتَرُ adalah orang yang tidak memiliki keturunan laki-laki, tidak punya anak laki-laki.

makna yang ke-2 adalah orang yang tidak mendapatkan kebaikan sama sekali (terputus dari kebaikan).

Surat ini turun sebagia bantahan terhadap orang-orang musyrikin. yaitu tatkala rasul صلى الله عليه وسلم mendapatkan anak laki-laki dari khadijah yang bernama abdulloh lalu kemudian meninggal dunia, sementara orang arob dahulu suka anak laki-laki, tidak suka anak perempuan.

Tatkala mendengar hal ini, al ‘ash ibn wail dari kalangan musyrikin -ada pula yang menyebutkan abu jahl- mereka mengatakan bahwa nabi  صلى الله عليه وسلم itu  الأبْتَرُ (orang yang tidak punya anak laki-laki).

Maka Alloh  تعالى  menurunkan ayat ini, yang menerangkan bahwa orang-orang الأبْتَرُ (yang terputus dari segala kebaikan).

Kemudian makna surat ini secara glonal adalah alloh berfirman kepada nabiNYA صلى الله عليه وسلم bahwa alloh تعالى  telah memberikannya الْكَوْثَرَ  , sungai di surga atau nikmat yang sangat banyak atau keutamaan yang sangat mulia. Karena nikmat inilah, alloh تعالى  memerintahkan kepada nabiNYA  صلى الله عليه وسلم untuk bersyukur. Diantara cara bersyukurnya adalah menjalankan ketaatan pada alloh  تعالى  dengan sholat dan menyembelih (pada ayat 2).

Kemudian, mengapa dalam ayat ini disebutkan 2 perkara tersebut (sholat dan menyembelih)? hal ini dikarenakan 2 perkara itu adalah ibadah yang paling mulia, dan pendekatan diri yang paling mulia. Misalkan sholat, terkandung di dalamnya merendahkan diri pada alloh تعالى  dengan hati dan anggota badannya, melaksanakan gerakan-gerakan dalam rangka ibadah pada alloh  تعالى . Sehingga, sholat merupakan ibadah badaniyah yang paling afdhol.

Sedangkan untuk menyembelih, ini merupakan cara pendekatan diri pada alloh  تعالى  melalui harta, hal yang sangat dicintai oleh manusia. Disebutkan oleh para ulama’, ini merupakan ibadah maaliyah yang afdhol.

Pada ayat yang terakhir, alloh  تعالى  memberikan kabar gembira, menghibur rasulullah  صلى الله عليه وسلم tatkala orang-orang musyrik mencela beliau dengan meninggalnya anak laki-laki beliau. Mereka mencela rasulullah صلى الله عليه وسلم dengan sebutan الأبْتَرُ  . Maka alloh membantahnya, karena sesungguhnya merekalah yang  الأبْتَرُ , terputus dari kebaikan.

FAEDAH DARI SURAT INI

1. Keterangan bahwa alloh  تعالى  memuliakan nabiNYA صلى الله عليه وسلم, diantara buktinya dalaha alloh تعالى  memberikan  الْكَوْثَرَ pada beliau صلى الله عليه وسلم. Sungai di surga. Atau kebaikan yang sangat banyak bagi beliau di dunia dan akhirat.

2. Ayat ini sebagai penguat hadits-hadits tenteng  الْكَوْثَرَ . Ada hadits-hadits yang menyebutkan tentang  الْكَوْثَرَ , sungai di surga.

3. Juga terdapat faedah tentang wajibnya bersyukur atas nikmat alloh  تعالى . Bagaimana bentuk bersyukur? cara bersyukur ada 3 perkara, yaitu :

– Pengakuan secara bathin, pengakuan bahwa nikmat itu dari alloh.

– Mengucapkannya dengan lisan, dengan ucapan ‘alhamdulillah’.

– menggunakan kenikmatan itu untuk taat pada alloh تعالى . Inilah yang disebutkan dalam surat ini, yakni melakukan ketaatan pada alloh  تعالى  dalam rangka bersyukur.

4. Bahwasanya sholat adalah ibadah. Hal ini dilihat dari sisi perintah, yakni perintah untuk sholat, maka segala sesuatu yang alloh  تعالى  perintahkan adalah ibadah.

5. Bahwasanya menyembelih adalah bagian dari ibadah. Ini juga dilihat dari sisi perintah.

6. Wajibnya ikhlas dalam sholat, di lihat dari فَصَلِّ لِرَبِّكَ  (sholatlah untuk Rabbmu), bukan untuk selainnya atau untuk manusia atau dunia, tapi   لِرَبِّكَ (untuk Rabbmu). Sehingga wajib ikhlas dalam sholat.

7. Wajibnya ikhlas dalam menyembelih, hanya untuk alloh تعالى .

8. Bolehnya mendoakan kejelekan  bagi orang dzalim. Di sini alloh  تعالى  mendokan kejelekan bagi orang musyrik,

إِنَّ شَانِئَكَ هُوَ الأبْتَرُ,

sehingga secara umum boleh mendoakan orang dzalim.

9. Pertolongan alloh  تعالى  pada hamba dan rasulNYA صلى الله عليه وسلم. Alloh  تعالى  membela mereka. Dan ini adalah yang alloh janjikan bagi setiap hambaNYA yang membela alloh  تعالى . Desebutkan dalam Qs. Muhammad : 7

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا إِنْ تَنْصُرُوا اللَّهَ يَنْصُرْكُمْ وَيُثَبِّتْ أَقْدَامَكُمْ

“Hai orang-orang yang beriman, jika kamu menolong (agama) Allah, niscaya Dia akan menolongmu dan meneguhkan kedudukanmu”

Syaratnya adalah menolong agama alloh  تعالى , caranya adalah dengan menjalankan agama alloh  تعالى , menegakkan syariat-syariatNYA.

Ini pula yang ditegaskan dalam hadits rasulullah صلى الله عليه وسلم, “jagalah alloh, maka alloh yang akan menjagamu”.

Bagaimana cara menjaga alloh? yakni dengan menjaga batasan-batasan alloh. Menjalankan perintah alloh تعالى , dan menjauhi laranganNYA. Balasannya, alloh تعالى  yang akan menjaga kita, alloh  تعالى  yang akan menolong kita.

Disebutkan pula, “jagalah alloh, maka engkau akan mendapati alloh dihadapan kamu”. Akan menolong setiap perkara kamu, akan menolog tatkala kamu ada dalam kesuliatan. Ini adalah janji alloh  تعالى  pada orang-orang yang mau menolong agama alloh, maka pasti alloh تعالى  akan menolongnya.

wallohu a’lamu bish showab.

======================================================

catatan ini ana tulis berdasarkan rekaman. Untuk beberapa rekaman kajian di its, insyaa alloh akan ana usahakan untuk diupload.

cmiiw.

barakallohu fiyk

About ummu malikah

seorang istri, dan seorang ibu. saya berharap apa yang saya tulis bisa memberi manfaat pada para pembaca.