[catatan ta’lim] larangan banyak bersumpah

 

بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيمِ

 

kitabut tauhid

ust. abul hasan as sidawy

masjid abu bakr ash shiddiq, jl. jojoran 1 blok K no 18-20, surabaya

ba’da magrib, 24 september 2012

BAB LARANGAN BANYAK BERSUMPAH

 

seorang yang banyak bersumpah akan mengikis rasa mengagungkan alloh tabaraka wata’ala dalam hatinya. maka dilarang bagi kita untuk bersumpah pada perkara yang tidak perlu padanya untuk bersumpah. ini disebabkan karena banyak bersumpah dapat menjatuhkan hamba pada kebohongan.

sebab ia tidak segan lagi, tidak mengagungkan nama alloh ta’ala lagi (dengan bersumpah) maka lama-lama syaithon akan menjerumuskannya pada kebohongan, yang dibungkus oleh sumpah.

وَاحْفَظُوا أَيْمَانَكُمْ

“…dan jagalah sumpah kalian…” (al maidah : 89)

jika dibaca secara utuh, ayat ini menyebutkan tentang kafarat sumpah. namun, terdapat 3 penafsiran para ulama terkait dengan menjaga sumpah yang diinginkan alloh subhanahu wata’alamenjaga sumpah dalam artian tidak terlalu sering bersumpah.janganlah terlalu sering bersumpah dengan nama alloh ‘azza wa jalla!

  • jika terlalu sering bersumpah, maka yang pertama kali hilang adalah pengagungannya terhadap alloh tabaraka wata’ala. apabila pengagungannya telah hilang, maka itu akan mengantarkannya pada kebohongan.
  • menjaga sumpah dalam artian tidak melanggar sumpahnya.apabila sumpah sudah terlanjur terucap maka jangan dilanggar. ada perincian ari para ulama tentang hal ini, yaitu :a. jika sumpahnya dalam perkara kebaikan, maka ahsan (lebih baik) jagalah sumpah tersebut.b. jika sumpahnya untuk perkara kejelekan maka diperintahkan untuk membatalkannya, lalu kemudian membayar kafarat sumpah.c. apabila sumpahnya dalam urusan kebaikan, namun ada perkara yang lebih baik dari sumpahnya, maka dianjurkan untuk membatalkan sumpahnya, kemudian memilih yang lebih baik tersebut. lalu membayar kafarat sumpah.d. apabila dijalankan atau dibatalkan sumpah tersebut maslahat(manfaat) yang diperoleh sama atau imbang, maka dianjurkan untuk menjaga sumpahnya.
  • menjaga sumpah dalam artian membayar kafarat ketika sumpahnya dibatalkan.kafarat sumpah ada 2 :-> memilih salah satu dari 3 perkara :
    a. memberi makan bagi fakir miskin dari makanan yang biasa kita makan.

b. memberi pakaian pada 10 orang fakir miskin.

c. membebaskan seorang budak, jika memiliki budak.

-> berpuasa 3 hari.ibnu mas’ud menyebutkan untuk kafarat sumpah dalam bentuk puasa harus 3 hari berturut-turut.
ini dilakukan jika 3 pilihan tadi tidak terpenuhi, namun termasuk perkara yang sering dilalaikan dalam membayar kafarat sumpah oleh kaum muslimin adalah membayar kafarat sumpah padahal ia mampu untuk melakukan 3 pilihan yang tersebut di atas (mampu memberi makan, atau mampu memberi pakaian, atau bahkan mampu membebaska budak). sehingga kafarat sumpah yang harus kita tunaikan adalah 3 pilihan yang pertama tadi, antara memberi makan, memberi pakaian atau membebaskan budak.

apabila ia benar-benar tidak bisa memilih pada 3 pilihan tersebut, maka barulah ia membayar kafarat sumpah dengan berpuasa 3 hari.

jika langsung memilih membayar sumpah dengan puasa padahal ia mampu menjalankan poin yang pertama, maka ini termasuk dalam kesalahan.

Abu Hurairah Radhiallahu’anhu berkata : “Aku mendengar Rasulullah Shallallahu’alaihi wasallam bersabda :

الحلف منفقة للسلعة ممحقة للكسب

“Sumpah itu dapat melariskan barang dagangan namun dapat menghapus keberkahan usaha.” (HR. Bukhari dan Muslim).

ini merupakan bimbingan rasulullah shalallohu ‘alaihi wa sallam yang ditujukan kepada para pedagang yang banyak bersumpah. apalagi dengan sumpah yang dusta. dosanya 2 kali, yakni, dosa karena melanggar larangan untuk banyak bersumpah, serta dosa karena berbicara dusta.

namun, hal ini juga berlaku untuk para pembeli.misalnya seperti pembli yang berkata dusta ketika membanding-bandingkan harga satu pedagang dengan pedagang lain pada barang dagangan yang sedang ditawarnya, guna mendapatkan harga yang semurah mungkin.

Diriwayatkan dari Salman Radhiallahu’anhu bahwa Rasulullah Shallallahu’alaihi wasallam bersabda :

ثلاثة لا يكلمهم الله ولا يزكيهم ولهم عذاب أليم ؛ أشيمط زان، وعائل مستكبر، ورجل جعل الله بضاعته لا يشتري إلا بيمينه ولا يبيع إلى بيمينه ” رواه الطبراني بسند صحيح.

          “Tiga orang yang mereka itu tidak diajak bicara dan tidak disucikan oleh Allah (pada hari kiamat), dan mereka menerima adzab yang pedih, yaitu :  orang yang sudah beruban (tua) yang berzina, orang miskin yang sombong, dan orang yang menjadikan Allah sebagai barang dagangannya, ia tidak membeli atau menjual kecuali dengan bersumpah ” (HR. Thabrani dengan sanad yang shahih).

dan dari salman radhiyallohu ‘anhu, bahwa rasululloh shalallohu ‘alaihi wasallam bersabda, ada 3 golongan manusia yang tidak diajak bicara oleh alloh tabaraka wata’ala, dan tidak dibersihkan oleh alloh dari dosanya, dan mereka layak mendapatkan adzab yang pedih.

siapakah 3 golongan tadi?

  1. orang yang sudah tua renta, namun suka berzina.
    ini tidak ditujukan pada orang rambutnya sudah putih semua, tapi bagi yang sudah beruban.
    orang tua yang suka berzina ini menyalahi fitrohnya. dimana bukannya menjadi semakin stabil, tapi malah suka berzina.
  2. orang miskin yang sombong.
    aneh, sudah miskin, sombong pula.
  3. orang yang menjadika alloh ta’ala sebagai barang dagangannya. ia tidak membeli sesuatu kecuali dngan sumpah dan tidak menjual sesuatu kecuali dengan sumpah.

referensi : catatan dan rekaman ta’lim ana, kitabut tauhid digital version, alquran digital version.

correct me if i’m wrong

semoga bermanfaat.

barakallohu fiykum

About ummu malikah

seorang istri, dan seorang ibu. saya berharap apa yang saya tulis bisa memberi manfaat pada para pembaca.

tiggalkan kritik dan saran antum

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s