[catatan ta’lim]taubat

بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيمِ

catatan ta’lim jum’at 12 oktober 2012

al ustadz muhammad afifuddin

masjid abu bakr ash shiddiq jl. jojoran 1 blok k no.18-20

kitab adabul mufrad

TAUBAT

pembahasan hadits lanjutan dari ta’lim jum’at 5 oktober 2012 bab seputar istighfar

disebutkan hadits dari abi burdah, bahwasanya ia prnah mendengar al aghar radhiyallohu ‘anhu menyampaikan hadits pada ibnu umar, ia (aghar) berkata, bahwa rasululloh shalallohu ‘alaihi wasallam bersabda tentang hendaknya kalian bertaubat kepada alloh karena rasululloh bertaubat kepada alloh setiap hari 100 kali.

100 kali yang dimaksud dalam hadits tersebut bukanlah harga mati. akan tetapi, 100 kali adalah menunjukkan jumlah yang banyak, atau sering dibaca.

dalam hadits tersebut, rasulullah shalallohu ‘alai wasallam menyebutkan lafadz, “tuubu ilalloh” bertaubatlah kalian kepada alloh.

dari lafadz ini para ulama mengambil hukum darinya bahwa taubat itu hukumnya wajib. ini dikarenakan rasulullah shalallohu ‘alaihi wasallam memerintahkan dengan tegas dalam hadits ini.

selain dalam hadits, perintah untuk bertaubat juga alloh subhanahu wata’ala sebutkan dalam ayat-ayat al quran, diantaranya dalam surat at tahrim ayat 8

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا تُوبُوا إِلَى اللَّهِ تَوْبَةً نَصُوحًا

“wahai orang-orang yang beriman, bertaubatlah kepada alloh dengan taubat yang semurni murninya…”

ada 2 macam taubat, yaitu

1. taubat yang sifatnya terbatas, maknanya adalah ia brtaubat dari sebagian dosa tertentu. misalnya, taubat dari dosa mencuri, atau taubat dari dosa minum khamr, dan lain sebagainya. hukum taubat ini adalah boleh.

2. taubat yang mutlak. maknanya adalah taubat dari semua dosa. bertaubat dari semua dosa, baik yang kita tahu atau tidak, kita sadari atau tidak. sifatnya mutlak. ini adalah taubat yang lebih afdhal.

sebagian para ulama menyebut taubat yang sifatnya mutlak ini dengan sebutan taubatan nasuha. taubat yang nasuha. taubat dengan makna yang sesungguhnya, yakni :

taubat dengan meninggalkan dosa yang dilakukan; menyesali dosa yang telah ia lakukan; dan berazzam (bertekad) untuk tidak mengulanginya (dosa) lagi.

dimana selanjutnya 3 hal tersebut disebut sebagai 3 ketentuan taubat.

disamping 3 ketentuan tersebut, yang disebut dengan taubat nasuha adalah seseorang bertaubat dari semua dosa

caranya bagaimana?

caranya bertaubat dengan menggunakan lafadz taubat yang umum. yakni seperti apa yang dicontohkan rasulullah shalallohu ‘alaihi wasallam, “rabbighfirli watub’alaiya innaka antattawwaburrahim” (yaa alloh ampunilah aku terimalah taubatku, sesungguhnya Engkau maha penerima taubat dan maha rahmah).

jika taubat yang sifatnya sebagian (taubat muqayyadah), langsung ia mengatakan, “yaa alloh aku pernah melakukan dosa ini dan ini, maka ampuni aku yaa alloh…” (dan sebagainya, langsung merujuk pada dosa yang telah dilakukan).

namun demikian, bertaubat dengan lafadz yang umum (taubat nasuha/taubat mutlaqah) itu lebih afdhal.

hadits selanjutnya…

hadits marfu’ tentang dzikir-dzikir (ada yang menyebut ini merupakan dzikir setelah sholat fardhu ada pula yang menyebutnya dengan dzikir yang dibaca sebelum tidur) yang tidaklah merugi orang-orang yang melafalkannya, yaitu subhanalloh walhamdulillah walaailahaillalloh wallohu akbar seratus kali (tasbih, tahmid, tahlil, takbir)

hadits ini dimarfu’kan (dijadikan sebagai sabda rasul) dengan sanad yang shahih, disebutkan dalam shahih muslim.

dalam hadits tersebut disebutkan bahwa membaca tasbih, tahmid, tahlil, dan takbir 100 kali. bagaimana kaifiyahnya? tatacaranya?

caranya, yaitu

1. membaca tasbih 33 kali, tahmid 33 kali, takbir 34 kali;

2. membaca tasbih 33 kali, tahmid 33 kali, takbir 33 kali, dan yang terakhir tahlil;

3. masing-masing dibaca 100 kali;

4. ada pula pendapat jika masing-masing dibaca 25 kali.

dari cara-cara tersebut bisa dilakukan salah satunya, ini merupakan kemudahan di dalam islam.

rasulullah shalallohu ‘alai wasallam menyatakan jika orang yang melafalkan lafadz trsebut (tasbih, tahmid, tahlil, takbir) tidak akan mrugi, artinya beruntung, berbahagia. ia mendapatkan pahala dari alloh dengan sbab membaca dzikir tersebut. ini merupakan keutamaan dari 4 lafadz dzikir tersebut.

mengapa pembahasan tentang dzikir ini disebutkan dalam pembahasan tentang istighfar?

hal ini karena taubat tidak semata-mata bertaubat. taubat, istighfar sangat penting, tapi harus diiringi dengan dzikir kepada alloh tabaraka wata’ala.

diantara keutamaan tasbih adalah, seperti yang disbutkan pada akhir hadits shahih bukhari bahwa…

rasulullah bersabda tentang ada 2 kalimat yang ringan di lisan, berat pada timbangan amal di yaumul qiyamah yakni, dan keduanya dicintai alloh subhanallohi wabihamdihi subhanalloh hiladzim.

dzikir tersbut mrupakan dzikir mutlak, yakni dzikir yang bisa dibaca kapanpun, dan berapa kalipun.

referensi : al quran digital, rekaman ta’lim dan catatan ana.

semoga bermanfaat

barakallohu fiykum.

 

nb : mohon koreksi apabila terdapat kesalahan.

karena terdapat masalah pada alat perekam ana, sehingga ada beberapa bagian rekaman yang terpotong.

About ummu malikah

seorang istri, dan seorang ibu. saya berharap apa yang saya tulis bisa memberi manfaat pada para pembaca.

tiggalkan kritik dan saran antum

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s