[catatan ta’lim] sholatnya orang sakit dan sholat di kendaraan

بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيمِ

Bab orang yang memiliki udzur dalam sholat

Ini merupakan pembahasan kitab fiqh zaadul mustaqni’ yang dengan pemateri ustadz Irfan pada 22 mei 2013 di Masjid Abu Bakr ash shiddiq Jl. jojoran 1 blok K no. 18-20 Surabaya. Dimana pembahasan pada saat itu merupakan kajian yang membahas masalah “orang-orang yang memiliki udzur dalam sholat”.

Tulisan ini merupakan pencatatan ulang dari catatan ta’lim saya, yang membahas mengenai bagaimana tata cara sholat orang yang sedang sakit dan tidak mampu melakukan sholat dengan cara berdiri, serta membahas mengenai sedikit masalah tata cara sholat saat sedang ada di atas kendaraan.

SHOLAT ORANG YANG SEDANG SAKIT

Seorang  yang  sakit tetap memiliki kewajiban untuk  melakukan  sholat  sambil  berdiri. Yakni bagi orang-orang yang sakit namun  mampu untuk melakukan sholat dengan cara berdiri. Misalnya seseorang yang sakit flu, batuk, dan semisalnya. Dimana orang-orang yang sakit demikian, masih bisa untuk berdiri. Oleh karenanya, hendaknya mereka melakukan sholat dengan cara berdiri. Begitu pula apabila seseorang yang mampu berdiri. Akan tetapi, ia mampu berdiri apabila ia bersandar, maka ia pun sholat dengan cara bersandar. Namun demikian, bagi orang yang benar-benar tidak mampu berdiri karena sakit, maka ia boleh sholat dengan cara duduk.

LALU…

Apa indikator seseorang boleh sholat dengan cara duduk? Indikatornya adalah ketika orang tersebut benar-benar  tidak mampu sholat dengan cara berdiri, yakni ia tidak khusyuk ketika ia sholat dengan cara berdiri, misal karena terlalu sakit.

Bagaimana tata cara sholat dengan duduk?

Berdasakan hadits dari a‘isyah radhiyallohu ‘anhu, bahwasanya Rasulullah shallallohu ‘alaihi wasallam sholat dengan cara duduk bersila ketika sholat sambil duduk.

Bagaimana jika tidak mampu untuk duduk bersila?

Apabila ia tidak mampu untuk duduk bersila maka, seseorang bisa sholat dengan cara duduk tawarru’, iftirasy, atau dengan cara selonjor.

Duduk dengan cara bersila dalam sholat ini merupakan pengganti dari berdiri dalam sholat. Bagaimana cara ruku’ dan sujudnya??

Tata cara ruku’ dan sujudnya adalah dengan sedikit menundukkan kepala ketika ruku’. Sedangkan saat sujud, dilakukan dengan cara bersujud sebagaimana biasanya, atau jika tidak mampu maka menundukkan kepala lebih dalam dibanding ketika menunduk untuk isyarat ruku’ tadi. Kemudian, duduk diantara 2 sujud dengan cara duduk iftirasy.

Apabila seseorang tidak mampu sholat dengan duduk, maka ia boleh sholat dengan cara berbaring.

Bagaimana tata cara sholat dengan cara berbaring???

Seorang yang sholat dengan berbaring, maka ia sholatnya dengan cara memiringkan badan.

Miring kemana??? Kemana arah miringnya terserah, asalkan ia bisa khusyuk. Akan tetapi apabila orang tersebut mampu untuk memiringkan badan ke kanan atau ke kiri, maka lebih afdhal baginya untuk memiringkan badan ke arah kanan. Hal ini disebabkan karena Rasulullah shallallohu ‘alaihi wasallam lebih menyukai sisi kanan. Dimana sholatnya menghadap ke arah kiblat.

Bagaimana sholat orang yang tidak mampu sholat dengan memiringkan badan?

Orang yang tidak mampu memiringkan badan untuk sholat dapat melakukan sholat dengan cara terlentang. Namun demikian, apabila orang itu sebenarnya mampu sholat dengan memiringkan badan, tapi ia memilih sholat dengan terlentang, maka sholatnya tidak sah. Dimana sholat dengan terlentang akan sah asalkan kakinya menghadap ke arah kiblat.

Tapi, jika orang tersebut tidak bisa menghadap ke arah kiblat bagaimana?? Apabila seseorang benar-benar tidak mampu menghadap ke arah kiblat, misalnya karena posisinya sedang tidak menghadap ke arah kiblat, tapi di sisi lain tidak ada orang yang membantunya menghadap ke arah kiblat.  Jika demikian, maka orang itu sholat semampunya.

Dengan demikian, sejauh ini dapat diambil kesimpulan bahwa apabila seseorang tidak mampu sholat dengan cara berdiri, ia dapat sholat dengan cara duduk. Apabila ia tidak mampu sholat dengan cara duduk, maka ia dapat sholat sambil berbaring dengan cara memiringkan badan. Kemudian apabila seseorang tidak dapat sholat dengan berbaring miring, maka ia dapat sholat dengan cara berbaring terlentang.

BERDIRI –> DUDUK –> BERBARING MIRING –> BERBARING TERLENTANG

 Bagaimana cara ruku’ dan sujud orang yang sholat dengan cara berbaring???

Orang yang sholat dengan berbaring, menggunakan isyarat berupa tundukan kepala untuk mengisyaratkan ruku’ dan sujudnya.

Lalu… Bagaimana jika ia tidak mampu menggunakan isyarat kepala untuk mengisyaratkan ruku’ dan sujud?? Apabila seseorang tidak mampu menundukkan kepala sebagai isyarat ruku’ dan sujud, maka syaikh utsaimin mengatakan bahwa, sholat itu adalah niat, ucapan, dan perbuatan. Maka apabila seseorang tidak mampu menjalankan sholat dengan isyarat kepala maka bertaqwalah kepada Alloh subhanahu wata’ala, sebab yang gugur baginya adalah perbuatannya. Sedangkan niat dan ucapannya tidak gugur, maka lakukanlah semampunya.

Jikalau ia tidak mampu untuk berbicara dan berbuat, maka ia masih punya niat. Dengan demikian ia masih dapat melakukan sholat dengan isyarat hati. Apabila ia tidak mampu ketiganya, maka gugur kewajiban sholatnya.

Selama seseorang masih ingat, masih dapat berniat, maka tidak gugur kewajiban sholatnya. Tidak gugur kewajiban sholat seseorang selama akal masih dikandung badan.

Syaikh utsaimin mengatakan bahwa sebagian masyarakat sholat dengan isyarat telunjuk ketika ia tidak mampu sholat dengan isyarat kepalanya. Hal ini merupakan perkara yang tidak ada tuntunannya dari Rasulullah shallallohu ‘alaihi wasallam.

Tata cara orang yang mengubah posisinya di tengah-tengah sholat

Maksud dari mengubah posisi di tengah sholat dalam hal ini adalah ketika seseorang sedang sholat dalam kondisi sakit kemudian ia merasa sehat di tengah-tengah sholat. Atau sebaliknya, yakni ketika seseorang mengubah posisinya di tengah-tengah sholat karena ia memulai sholat dalam kondisi sehat kemudian di tengah sholat ia merasa sakit.

Oleh karenanya, sebagaimana yang disebutkan oleh syaikh utasimin, terdapat 2 tatacara yang berbeda untuk hal ini, yakni :

  1. Apabila seseorang mengubah posisi dari sholat dengan duduk ke sholat berdiri karena di tengah-tengah sholat ia merasa sehat maka ia perlu menyelesaikan ayat yang ia baca hingga selesai ayat itu baru kemudian berdiri atau tidak membaca ayat terlebih dahulu sebelum mengubah posisinya.
  2. Apabila seseorang mengubah posisi di tengah sholat dari posisi berdiri ke duduk,maka ia dapat mengubah posisinya walaupun ia sedang membaca ayat.

Diperbolehkannya mengubah posisi saat membaca ayat bagi orang yang sholat dengan berdiri menjadi duduk adalah karena posisi ini lebih urgen. Yakni posisi orang mengubah posisi dari berdiri ke duduk adalah karena ia sakit di tengah-tengah sholat.

Apabila seseorang tidak mampu sujud atau ruku’ atau sujud tapi ia mampu untuk berdiri maka ia sujud dengan isyarat duduk sambil menundukkan kepala, dan melakukan ruku’ dengan dengan cara berdiri sembari menundukkan kepala. Sedangkan bagi orang yang tidak mampu sujud, misalnya karena dahinya sakit maka ia sujud dengan cara menempelkan anggota sujud kecuali dahinya.

SHOLAT DI KENDARAAN

Sholat di kendaraan merupakan sholat yang tidak boleh dilakukan selama sholat tersebut bisa di jama’ takhir. Misalnya seperti sholat dzuhur dengan ashar, dan sholat magrib dengan isya’. Namun demikian, apabila memang tidak bisa maka boleh sholat di kendaraan.

Bagaimana tata cara sholat di kendaraan?

Sholat dikendaraan dilakukan dengan cara berdiri apabila memang ada ruang baginya untuk sholat dengan cara berdiri serta bisa digunakan untuk melakukan ruku’ serta sujud sebagaimana biasanya. Namun demikian, apabila tidak ada ruang untuk melakukan ruku’ dan sujud, misal karena sempit, maka sholat dilakukan dengan cara berdiri. Akan tetapi ruku’nya dilakukan dengan cara berdiri sembari menundukkan kepala. Sedangkan sujudnya dilakukan dengan cara duduk sembari menundukkan kepala.

Wallohu a’lam.

Sumber : catatan ta’lim ummu ruqoyyah

Semoga bermanfaat, barakallohu fiykum.

About ummu malikah

seorang istri, dan seorang ibu. saya berharap apa yang saya tulis bisa memberi manfaat pada para pembaca.

tiggalkan kritik dan saran antum

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s