(catatan kecil) cinta pertama

bismillah.

ini kisah nyata yang ditulis secara singkat tentang bagaimana seorang remaja mengenal cinta pertamanya, sunnah.

kisah ini adalah kisah si culun remaja, yang ingin mengangkat kebodohan dalam dirinya.

awalnya si culun tidak berkerudung, lalu dia masuk SMP yg wajib pakai kerudung, kemudian masuk SMA lepas kerudung lagi, karena merasa kerudung bukan jatidirinya. -selesai cerita-

-awal baru-
kelas 2 SMA, keadaan membuat si culun terpaksa menggunakan kerudungnya lagi.
saat usia ini, akal mulai bekerja, karena izin Alloh,masuklah satu pesan Broadcast ekskul rohis di ponselnya,

“berbeda orang yg mengakkan sholat malam dan yg tidak mengerjakannya”.

dimulailah sebuah pencarian.
si culun mendekati temannya yg berkerudung, ternyata ikhwani.
maka si culun ikut-ikutan saja,

karena dulu dia merasa, “aku hanya islam abangan”.

lalu si teman berkerudung galau dengan tempat ngajinya(ikhwani) “mengapa mereka berkata tak ada siksa kubur?”. si teman berkerudung akhirnya memilih untuk pergi dari mereka.

dan lagi-lagi si culun mengekor di belakangnya.
hingga alloh mnuntun si culun dan teman berkerudung pada sebuah tempat kajian yang dipisah laki-laki dan perempuannya.
perempuannya pakai hitam-hitam semuaaaaa, memakai cadar pula, seram…
dari luar, si culun terhenyak sesaat, keget, takut, itu orang atau tenda berjalan atau batu berjalan? seragam, hitam-hitam. kerudungnya saja sampai mata kaki.
hanya karena si teman berkerudung berjalan lebih dulu dan masuk ke dalam, maka si culun pun ikut-ikutan. dia membebek di belakang temannya ini.
dada berdebar, takut. tidak kenal siapa pun. serta tidak pakai “seragam” hitam, malu karena beda sendiri. muka si culun keliatan pula, padahal yang lain cuma keliatan matanya.
masuklah ke dalam masjid. namanya masjid al falah.
dan…
ternyata, wanita “berseragam” hitam itu ramah. si culun disambut dengan senyum, tidak didiskriminasi karena berbeda. si culun tidak takut lagi. perempuan-perempuan itu sama saja seperti teman-teman sekolahnya, keluarganya, sopan, dan ternyata mereka juga bisa tertawa. si culun tidak takut lagi.

apalagi pengajian itu gratis, tidak ada absennya. terserah, mau datang atau pergi.lanjut atau berhenti. pulang pun, tak ada yg mencegah.

duduklah si culun, dengan dada yg masih berdebar, mencoba menenangkan diri dengan mendengar isi pengajian.

katanya, nama ustadznya itu ustadz ahmad. ustadz ahmad membahas kitab apa? si culun tidak tahu. kala itu, dia tidak lebih dari pengikut si teman berkerudung. tak ada landasan agama yg kuat pada diri si culun.hanya semangat saja, dan ikut-ikutan, serta harapan agar dirinya  menjadi lebih baik.

ustadz ahmad membahas ttg perkara namimah.

lebih jauh, ternyata yang dibahas adalah sunnah-sunnah rasul, tentang al quran, hadits, dan orang-orang shalih.
ustadz ahmad manusia biasa, tidak bisa sholat di mekkah tapi badannya di indonesia.tidak mencela pemerintah, tidak berkata “menurut saya” dalam ceramahnya, tidak nyuruh si culun ngebom, tidak ada baiat, dan apapun pembahasannya pasti disebutkan referensinya yang sumber utamanya adalah quran dan hadits.

orang-orang di pengajian itu menyebut dirinya sebagai pengikut jejak salafush shalih, atau biasa dikenal dengan salafy. bukan organisasi, jika suka silahkan duduk mendengarkan dan mengamalkan, jika tidak suka silahkan pergi itu urusanmu dengan alloh.
oh, ternyata begitu yang namanya salafy.

sebenarnya, si culun sering sekali mendengar kata salafy, desas desusnya… salafy itu jelek sekali. padahal, biasa saja, semua masih bisa diterima oleh kemampuan si culun. ternyata salafy itu tidak sama seperti apa yg diceritakan oleh orang-orang di sana itu. berbeda jauh sekali. yang benar hanya celana yang panjangnya diatas matakaki bagi laki-laki dan cadar bagi wanitanya.

setelah saat itu, si culun bukan lagi jadi si culun.tapi menjadi pelajar, tidak boleh sekedar jadi follower. timbangannya sudah jelas, alquran dan sunnah dengan pemahaman salafush shalih ulama ahlussunnah.

inilah cinta pertamanya, titik balik, saat seorang remaja merasakan cinta dari RABBnya. dia mulai mendekat dan semakin dekat dengan agama yang telah dipeluknya sejak lahir. islam. semoga alloh selalu meneguhkannya di atas sunnah.

alloh yang membimbing si culun hingga ia menjadi pelajar, bukan follower. alloh pula yg membimbing si teman berkerudung yang pemberani untuk lepas dari belenggu ikhwani, dan tidak mengusir si culun saat si culun membebek di belakangnya, dulu. bimbingan itulah yang disebut hidayah. alhamdulillah-cukup-
—- dan awal baru dari sebuah perjuangan pun dimulai pasang surutnya, pasang naiknya.—

catatan kecil…

saat dunia begitu membelenggu dan melelahkan. berkutat dan berputar-putar dalam lingkaran yg seolah tak punya pintu keluar,

adakalanya merindukan semangat ala remaja, untuk membangkitkan lagi apa yang hampir layu karena dunia.
mengingat lagi, seberapa keras perjuangan di waktu yang lalu, untuk membakar semangat menegakkan sunnah rasullah shalallohu ‘alaihi wa sallam hari ini! sudah sejauh ini kawan,jangan lemah dan kembali kebelakang.

semoga alloh tidak mencabut nikmat hidayah dari diri-diri kita, dan keluarga kita. aamiiin.

About ummu malikah

seorang istri, dan seorang ibu. saya berharap apa yang saya tulis bisa memberi manfaat pada para pembaca.